Sabtu, 20 Oktober 2012

Protista



           Kemunculan kingdom protista dilatarbelakangi dengan kebingungan para ahli taksonomi menemukan begitu banyaknya organisme memiliki ciri-ciri tumbuhan , tetapi juga memiliki karakter hewan dan jamur.
1.         Ciri-ciri Protista
a.   Terdiri atas satu sel eukariot (uniselular) atau membentuk koloni.
b.   Struktur sel sederhana, biasanya memiliki mitokondria (organel respirasi).
c.   Memiliki siklus hidup yang bergantian antara fase haploid dan fase diploid.
d.   Ada yang hidup bebas di laut, air tawar, tanah, atau di dalam tubuh organisme lain sebagai simbion.
e.   Memiliki berbagai cara dalam memperoleh makanan :
·  Fotoautotrof, yang mengandung kloroplas.
·  Heterotrof, yang mengabsorpsi molekul organik atau memakan partikel makanan yang lebih besar.
·   Miksotrof, yang melakukan fotosintesis dan heterotrof.
f.    Memiliki sifat seperti hewan, jamur, atau tumbuhan.


2.       Klasifikasi Protista
Protista dibagi lagi menjadi tiga golongan, yaitu jamur protista, protozoa dan alga.
a.    Jamur Protista
Jamur protista adalah protista yang menyerupai jamur. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
o   Memiliki sel berflagela pada suatu waktu dalam siklus hidupnya.
o   Kahusus pada jamur air memiliki dinding sel yang tersusun leh zat selulosa, sedangkan jamur tersusun oleh zat kitin.
o   Membentuk spora diploid dan hasil meiosis berupa gamet. Pada jamur air menghasilkan zoospora.
o   Makanan dicerna secara fagosit.

Jamur protista terdiri atas 3 filum , yaitu myxomycota (jamur lendir plasmodial), Acrasiomycota (jamur lendir selular) dan Oomycota (jamur air).
o   Myxomicotina
Organisme ini tidak memiliki kloroplas. Fase vegetatifnya berupa massa protoplasma seperti lendir yang dapat bergerakseperti amoeba. Habitatnya di tempat sejuk yang lembap, makanannya diserap dari akar batang pohon serta dari hancuran dedaunan. Beberapa ada yang hidup sebagai parasit dan saprofit. Contoh : Fuligo varians, Aethalium septicum.


Siklus hudup filum myxomicotina


o   Oomycotina
Tubuh Oomycotina terdiri atas benang atau hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan menagndung banyak inti. Habitatnya di darat maupun di air, baik sebagai saprofit maupun parasit. Oomycotina yang hidup di air berkembangbiak secara vegetatif dengan zoospora berflagel dua, sedangkan yang di darat dengan sporangium dan konidium. Contoh : Phytium debaryanum, Saccharomyces cerevisiae, Phytophthora infestan.


Daur hidup Oomycotina

o   Filum Acrasiomicotina
           Terdiri atas massa sitoplasma berlendir yang disebut pseudoplasmodium. Pseudoplasmodium dibentuk oleh gabungan ribuan plasmodium.
           Tahapan pseuplasmodium hanya sementara saja dan berkembang menjadi tubuh buah. Spora yang dihasilkan sporangia di dalam tubuh buah akan tumbuh pada kondisi yang sesuai. Spora tersebut mengeluarkan sel berflagela atau sel ameboid. Sel ameboid berkembang menjadi jamur lendir dewasa dalam siklus aseksual . siklus aseksual apabila kondisi lingkungan sangat lembap.


Daur hidup Acrasyomicotina




b.      Protozoa
           Nama Protozoa berasal dari bahasa Yunani, protos : pertama dan zoon : hewan. Anggotanya terdiri atas organisme uniselular yang memiliki ciri-ciri hewan. Reproduksi protozoa ada yang secara seksual yaitu konjugasi dan  aseksual yaitu membelah diri (binary fission).
Ciri-ciri protozoa :
a.  Organisme heterotrof
b.  Tidak memiliki dinding sel tetapi membrane sel
c.   Hidup di air air tawar, laut atau tempat yang lembap
d.   Reproduksi berupa tropozoil jika kondisi lingkungan buruk akan mangalami masa dorman berupa sista.

Protozoa dibagi menjadi 4 filum berdasarkan alat geraknya, yaitu
1.    Filum Rhizopoda


         Alat gerak protozoa berupa kaki semua atau pseudopodia. Filum Rhizopoda dibagi lagi menjadi 4 ordo yaitu Amoeba, Foraminifera, dan Radiolaria
a)   Ordo Amoeba
        Bergerak secara ameboid. Cara makannya dengan fagositosis, kaki semu akan mengelilingi makanan. Pembuangan sisa makanan dilakukan oleh vakuola kontraktil. Reproduksi dilakuakn dengan cara pembelahan biner. Amoeba hidup secara bebas, saprob, atau parasit. Contoh amoeba yang hidup di air tawar Amoeba proteus ada juga yang hidup dalam tubuh organisme yaitu Entamoeba hystolytica, Entamoba ginggivalis. Berikut adalah bagian-bagian dari Amoeba

b)   Ordo Foraminifera
        Memiliki rangka tubuh dari zat kapur (kalsium karbonat). Contoh : Allogramia dan Globigerina. Fosil dari rangka globigerina jutaan tahun lalu akan membentuk endapan di dasar laut disebut tanah globigerina. Tanah tersebut bermanfaat untuk petunjuk sumber minyak bumi dan menentukan umur lapisan bumi.


c)   Ordo Radiolaria
        Memiliki rangka terbuat dari bahan silikat. Contohnya : Litochampe, Trochodiscus dan Podocyrtis. Endapan rangka radiolarian akan berguna untuk membentuk minyak bumi, bahan penggosok, dan bahan peledak.


2.   Filum Flagellata


        Memiliki alat gerak berupa flagella atau bulu cambuk. Flagella juga berfungsi untuk menimbulkan arus air yang mengarah makanan ke dalam mulutnyadan sebagai alat peraba. Habitatnya berada di sungai, laut, air sawah dan kolam. Filum ini ada yang hidup sebagai parasit atau bersimbiosis di dalam tubuh organisme lain. Dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a.    Zooflagelata
        Zooflagelata adalah flagelata yang tidak memiliki klorofil. Contoh Leishmania  dan Trypanosoma yang bersifat parasit pada tubuh manusia.
Trypanosoma berbentuk pipih, punggungnya dilengkapi membran undulans. Penyakit yang disebabkan organisme ini adalah tripanosomiasis. Jenis-jenis tripanosoma adalah sebagai berikut.
·   T. gambiense dan T, rhodesiense : penyebab penyakit tidur (nagana) di Afrika dengan hewan perantara lalat tse-tse.
·   T. cruzi : penyebab penyakit cagas (anemia anak-anak) di Amerika Tengah.
·   T. evansi : penyebab penyakit sura (malas) pada hewan ternak.
·   T. vaginalis : penyebab penyakit keputihan pada vagina.




Leishmania menyebabkan penyakit leismeniasis yang menyerang pembuluh darah. Contohnya adalah sebagai berikut :
·    L. donovani : penyebab penyakit kala azar di Mesir dan India.
·    L. brasiliensis : penyebab penyakit kulit di meksiko.
·    L. tropica : penyebab penyakit oriental sore di Asia dan Amerika tengah.


Siklus hidup Leishmania

b.   Fitoflagelata
Fitoflagelata memiliki plastid. Terbagi menjadi 3 kelas yaitu :
§  Kelas Euglenoida
        Ciri dari euglena adalah memiliki kloroplas, flagela, dan stigma. Stigma atau bintik mata berfungsi sebagai fotoreseptor yang menerima rangsang cahaya. Contoh organisme adalah Euglena viridis.


§  Kelas Dinoflagellata
        Dinding selnya terbuat dari selulosa . sebagian besar anggota kelas ini memiliki klorofil yang tertutup oleh pigmen cokelat kekuningan (karoten). Habitatnya adalah di laut. Contohnya adalah Noctiluca milliaris yang mengeluarkan zat fosfor sehingga membuat permukaan laut bercahaya pada malam hari.


Air laut yang bercahaya pada malam hari karena adanya Noctiluca

§  Kelas Volvocida
        Memiliki bentuk sel bulat yang dilengkapi dengan dua atau empat flagella, berwarna hijauatau tidak berwarnadan hidup secara berkoloni ataupun soliter. Contohnya : Volvox globator dan Chlamydomonas.


3.    Filum Ciliata


Ciri-ciri dari anggota filum Cilata adalah :
a.  Alat gerak berupa cilia (rambut getar).
b.  Makanan yang biasa dimakan adalah bakteri, alga, atau protozoa kecil yang lain.
c.  Sisa pencernaan diekskresikan secara eksositosis yang melibatkan pecahnya membrane sel.
d.  Sebagian besar hidup bebas di air tawar atau air laut serta adapula yang menjadi parasit pada usus halus katak dan beberapa herbivor. Beberapa spesies siliata adalah sebagai berikut :
·     Paramecium caudatum : permukaan tubuhnya dienuhi dengan silia, termasuk pada bagian sitostoma (celah mulut). Gerakan silia di sekitar sitostoma menyebabkan air masuk ke dalam vakuola makanan yang terdapat di pangkal kerongkongan melalui sitofaring.

·    Diplodinium : bentuknya mirip paramaecium dan hidup pada usus sapi.
·    Balantidium coli : bentuknya buat telur dan hidup di usus babi atau manusia.
·    Didinium : bentuknya bulat telur dan dilengkapi dengan trikosis.
·    Stylonychia : bentuknya oval dan memiliki alat tambahan berupa siri pada permukaan bawah tubuhnya.
·    Vorticella : bentuknya seperti lonceng bertangkai panjang dengan silia di dekat mulutnya.




·     Stentor : bentuknya seperti terompet dengan tangkai yang panjang dan silia di sekitar mulutnya.


4.   Filum Sporozoa
        Protozoa parasit yang tidak memiliki alat gerak. Dalam siklus hidupnya, sprozoa membentuk spora dalam tubuh hospes. Sporozoa melangsungkan reproduksi aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual terjadi berlangsung di luar tubuh inang dan dalam tubuh inang tetap. Reproduksi seksual terjadi saat berada di dalam tubuh inang perantara. Sporozoa memiliki 3 stadium atau tahap perkembangan dalam daur hidupnya, yaitu sporogoni, gametogoni, dan skizogoni. Salah satu contoh organismenya adalah plasmodium. 4 jenis Plasmodium penyebab penyakit malaria pada manusia :
·  Plasmodium falciparum : menyebabkan penyakit malaria tropika dengan masa sporulasi setiap 1- 2x24 jam atau tidak menentu.
·  Plasmodium vivax : menyebabkan penyakit malaria tertian dengan masa sporulasi  setiap 2x24 jam.
·  Plasmodium malariae : menyebabkan penyakit malaria quartana dengan masa sporulasi setiap 3x24 jam.
·  Plasmodium ovale : menyebabkan gangguan pada limpa dengan masa sporulasi 2x24 jam.


c.    Alga
Ciri-ciri alga adalah :
1.   Memiliki pigmen klorofil dan pigmen lainnya sehingga dapat berfotosintesis.
2.   Tubuh berupa talus, yaitu tidak meiliki akar, batang dan daun sejati.
3.   Tersusun dari satu atau banyak sel. Alga seluler dapat membentuk koloni berupa filament atau benang.
4.   Memiliki struktur yang kaku. Dinding selnya menagndung zat kapur, silica, protein atau campuran ketiga zat tersebut.
5.   Habitat di perairan, kulit pohon, tanah lembap, dan melekat pada tubuh hewan. Suatu alga yang disebut zooxantela dapat hidup di dalam tubuh hewan atau tumbuhan dn menjadi sumber oksigen dan makanan bagi organisme tersebut.

Reproduksi Alga
Alga bereproduksi secara aseksual, seksual atau keduanya.
a)    Reproduksi aseksual
Dilakuakan dengan cara membelah diri, fragmentasi dan membentuk spora aseksual. Fragmentasi dilakukan oleh koloni alga misalnya Oscillatoria dan Gleocapsa. Fragmentasi adalah pemutusan bagian atau filament tubuh, kemudian terbentuk koloni baru. Bagian dari tubuh alga yang dapat berkembang menjadi koloni baru disebut hormogonium. Spora aseksual yang dihasilkan oleh alga antara lain zoospora (spora kembara), aplanospora, dan aukspora. Zoospora bersifat motil karena berflagela, sesangkan aplanospora nonmotil.
b)    Reproduksi Seksual
Dilakukan saat kondisi lingkungan tidak mendukung. Terdapat 3 tipe reproduksi seksual alga, yaitu :
·    Isogami,  peleburan dua gamet yang identik (isogamet).
·    Heterogami, peleburan antara gamet jantan dan betina (heterogamet).
·    Oogami, peleburan du gamet yang sangat berbeda.

Klasifikasi Alga
        Alga diklasifikasikan berdasarkan perbedaan pigmen yang dominan. Lebih kurang 30.000 spesies alga dapat diklasifikasikan menjadi 4 filum yaitu :
a.       Filum Chlorophyta (Alga Hijau)
Alga hijau mengandung klorofil a dan b, serta pigmen karoten yang menghasilkan warna berbeda (antara warna hijau hingga hijau kekuningan). Di dalam kloroplas terdapat pirenoid, yaitu butir protein pembentuk pati.
Habitat alga hijau berada di perairan tawar, laut, danau asin, sumber air panas, dan batang pohon. Contohnya : Protococcus, Chlorella, Ulva, Spyrogyra, dan Ulothrix.



b.      Filum Chrysophyta (Alga Keemasan)
Memiliki pigmen hijau yang tertutup oleh pigmen karotenoid, yaitu fikoxantin. Biasanya bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri atau membentuk aukspora. Reproduksi seksual dengan cara oogami.
Jenis yang paling terkenal adalah diatom yang memiliki anggota sebanyak 16.000 spesies. Tubuhnya dilindungi dua cangkang, yaitu kotak yang terbuat dari zat pektin (disebut hipoteka) dan penutup yang terbuat dari silika (epiteka). Cangkang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggosok. Diatom yang telah mati akan membentuk tanah diatom.


c.       Filum Rhodophyta (Alga merah)
Dikenal sebagai rumput laut, contohnya : Euchema spinosum, Gelidium, Gracilaria, Dictyota dan  Rhodimenia. Sebagian besar hidup di laut dan sisanya hidup di air tawar. Ciri-cirinya antara lain :
·   Memiliki klorofil yang tertutup oleh pigmen merah (fikoerotrin).
·   Dinding sel berupa selulosa dan getah.
·   Cadangan makanan berupa floridean yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku agar-agar.
Reproduksi seksual alga merah melalui peleburan antara sperma tidak berflagela dengan ovum.


d.       Filum Phaeophyta (Alga Cokelat)
        Hidup melekat pada bebatuan di perairan laut. Ciri-ciri alga cokelat adalah sebagai berikut :
·    Memiliki klorofil dan pigmen cokelat (fukoxantin).
·    Memiliki kanton udara agar tetap mengapung di dalam air.
·    Memiliki holdfast untuk melekat di bebatuan.
·    Memiliki struktu seperti batang (stipe) dan daun (blade).
Reproduksi alga cokelat dapat dilakukan beberapa cara yaitu :
1)   Secara aseksual melalui fragmentasi dan membentuk zoospora.
2)   Secara seksual melalui oogami atau isogami.
3)   Metagenesis.

Contoh alga cokelat adalah Fucus, Sargassum, Laminaria  dan Macrocystis. Alga cokelat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pembuatan media pembiakan miroba. Alga ini juga mengandung asam alginate yang bermanfaat untuk pembuatan tekstil, plastic, dan bahan kosmetik.


Sumber : Priadi, Arif. 2010. Biologi SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar