Tampilkan postingan dengan label SMA XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA XI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

Fungi

        Jamur atau fungi adalah organisme yang bersifat eukariotik , sel-selnya memiliki dinding sel yang tersusun dari zat kitin. Fungi tidak memiliki kloroplas oleh karena itu, fungi tidak dikelompokkan dalam kingdom plantae. Ilmu yang mempelajari fungi adalah mikologi.
Fungi ada yang multiseluler dan uniseluler contoh dan satu-satunya fungi uniseluler adalah Saccharomyces sp. Fungi multiseluler terdiri dari hifa yang membentuk anyaman atau miselium. Hifa pada fungi ada yang bersekat (septum) dan tidak bersekat (aseptum) dan memiliki banyak inti disebut senositik. Miselium dapat dibedakan menjadi miselium vegetatif (untuk menyerap makanan) dan miselium generatif (untuk reproduksi).

        Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk kuncup (pada khamir), fragmentasi, dan pembentukan spora aseksual (berupa sporangiospora atau konidiospora). Reproduksi secara generatif adalah dengan pembentukan spora seksual (zigospora, askospora, dan basidiospora) yang dilakukan secara singami (penyatuan hifa yang berlainan jenis). Habitat jamur yang umumnya ditemukan adalah tanah lembab dan pada tumbuhan yang telah mati sebagai pengurai.

Jumat, 14 Desember 2012

Jaringan Hewan

A. Macam-Macam Jaringan Hewan
Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki fungsi yang sama. Cabang biologi yang mengkaji tentang jaringan adalah histologi. Jaringan yang menyusun manusia dan hewan adalah jaringan epitel, jaringan otot, jaringan saraf, jaringan ikat, jaringan saraf, jaringan penyokong, jaringan lemak dan jaringan embrional.

1.      Jaringan Epitel
Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh, ata permukaan saluran tubuh hewan dan manusia. Jaringan epitel dapat tersusun dengan 2 cara yang berbeda. Yaitu sebagai berikut :
a.   Jaringan epitel terdiri atas sel-sel yang tersusun dalam lembaran. Lembaran tersebut bisa terdiri dari selapis atau beberapa lapis. Biasanya jaringan epitel menutupi permukaan luar tubuh, missal : kulit. Jaringan epitel yang melapisi permukaan dalam organ tubuh ataupun saluran dalam tubuh disebut endothelium.
b.   Jaringan epitel yang tersusun dalam kelenjar-kelenjar disesuaikan dengan fungsi sekresi. Jaringan epitel ini digolongkan sebagai epitel kelenjar.

Ciri-ciri jaringan epitel :
a)    Disusun oleh sel-sel dan molekul ekstraseluler berbentuk matriks.
b)    Bentuk sel bervariasi tergantung fungsi dan letaknya.
c)  Mempunyai sebuah permukaan yang tidak berhubungan dengan jaringan lain, sedangkan permukaan lainnya berhubungan dengan membran dibawahnya.
d)   Tidak terdapa material di antara sel-sel penyusunnya.
e)    Berfungsi sebagai penutup dan kelenjar.
f)  Beberapa jenis epitel memiliki spesialisasi, yaitu berupa tonjolan jaringan untuk memperluas permukaan, memindahkan partikel asing atau untuk pergerakan. Bentuk spesialisasi berupa mikrovili, stereosilia, silia, dan flagella.

Minggu, 26 Agustus 2012

Jaringan Tumbuhan (Plant Tissue)


Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk asal, fungsi dan struktur yang sama. Sel dan jaringan akan mengalami perkembangan yang disebut dengan diferensiasi. Berdasarkan jenis sel yang menyusunnya, jaringan dapat dibedakan menjadi jaringan sederhana dan jaringan kompleks. Jaringan sederhana adalah jaringan yang tersusun dari satu sel yang menjalankan satu fungsi, sedangkan jaringan kompleks adalah jaringan yang tersusun dari beberapa sel yang menjalankan beberapa fungsi.

Rabu, 20 Juni 2012

Mekanisme Transpor Pada Membran Plasma

Pada makhluk uniseluler, transportasi antarsel dilakukan melalui membrane sel. Ini adalah beberapa manfaat transport zat bagi sel :

a.      Menjaga kestabilan pH
b.      Menjaga konsentrasi zat dalam sel untuk kegiatan enzim
c.       Memperoleh pasokan zat makanan, bahan energy dan bahan mentah lain
d.      Membuang sisa metabolisme yang beracun
e.      Memasok ion-ion penting untuk kegiatan saraf dan otot

Selasa, 19 Juni 2012

Sel


A.    Teori Sel

Robert Hooke (Inggris, 1635-1703) adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah sel dalam bukunya, micrographia (1665). Ia mengamati irisan batang Quercus suber. Dalam sayatan tersebut tampak ruangan atau kamar-kamar kecil yang dipisahkan oleh dinding tebal menyerupai sarang lebah. Kamar kecil tersebut ia beri nama sel. Ilmu yang mempelajari tentang sel adalah sitologi.
Akhir tahun 1678, Antony Van Leeuwenhoek (Belanda, 1632-1723) menjadi orang pertama yang melihat benda hidup yang sangat kecil di dalam air rendaman jerami dengan menggunakan mikroskop sederhana.
Tahun 1809, Jean Baptiste De Lamarck (Prancis, 1744-1829) menyatakan bahwa setiap makhluk hidup merupakan kumpulan sel dan di dalam setiap sel bergerak cairan yang kompleks.