Tampilkan postingan dengan label SMA X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA X. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Protista



           Kemunculan kingdom protista dilatarbelakangi dengan kebingungan para ahli taksonomi menemukan begitu banyaknya organisme memiliki ciri-ciri tumbuhan , tetapi juga memiliki karakter hewan dan jamur.
1.         Ciri-ciri Protista
a.   Terdiri atas satu sel eukariot (uniselular) atau membentuk koloni.
b.   Struktur sel sederhana, biasanya memiliki mitokondria (organel respirasi).
c.   Memiliki siklus hidup yang bergantian antara fase haploid dan fase diploid.
d.   Ada yang hidup bebas di laut, air tawar, tanah, atau di dalam tubuh organisme lain sebagai simbion.
e.   Memiliki berbagai cara dalam memperoleh makanan :
·  Fotoautotrof, yang mengandung kloroplas.
·  Heterotrof, yang mengabsorpsi molekul organik atau memakan partikel makanan yang lebih besar.
·   Miksotrof, yang melakukan fotosintesis dan heterotrof.
f.    Memiliki sifat seperti hewan, jamur, atau tumbuhan.

Jumat, 04 Mei 2012

Bakteri (Eubacteria)


A.  Definisi Bakteri
Bakteri adalah organisme prokariotik yang tidak memiliki membran nukleus. Organisme ini termasuk dalam domain prokariotik dan ukurannya sangat kecil yaitu 0,5 – 5 µm. bakteri memiliki materi genetik berupa DNA, tetapi tidak terlokasi khusus pada nukleus. Bentuk DNA bakteri berbentuk panjang sirkuler biasa disebut nukleoid. Bakteri juga memiliki DNA ekstrakromosomal yang tergabung menjadi plasmid yang berbentuk kecil sirkuler. Bakteri pada umumnya memiliki dinding sel tetapi dengan bahan pembentuk yang berbeda yaitu peptidoglikan.

Kamis, 26 April 2012

Archaebacteria


        Archaebacteria dan Eubacteria dulu termasuk dalam kingdom Monera. Cirri khasnya adalah disusun oleh sel prokariota, yaitu sel yang tidak memiliki membran nukleus. Archaea ditemukan oleh Carl Woese dan George Fox, pada tahun 1977. Ciri-ciri Akaebakteri adalah :
a.      Memiliki membran sel, materi genetic berupa RNA, dan dinding sel bukan dari peptidoglikan. Materi genetiknya mengapung pada pada bagian yang disebut nukleoid.
b.      Ditemukan di lingkungan yang ekstream, seperti sumber air panas, kawah gunung berapi atau danau asin.
c.      Memiliki ukuran yang kecil seperti bakteri yaitu : 0,2 – 10 µm.
d.      Baik arkebakteri maupun bakteri umumnya bereproduksi dengan cara aseksual, yaitu membelah diri.
Klasifikasi Bakteri
Archaebacteri dapat dikelompokkan berdasarkan menjadi 3 macam berdasarkan lingkungan hidupnya :
1.      Arkebakteri Metanogen

Minggu, 22 April 2012

Virus


Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofage atau fage digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Jumat, 20 April 2012

Hakikat Biologi

ASejarah Singkat Biologi
Pekembangan biologi terutama di benua Eropa terjadi pada masa Renaisans yaitu masa peralihan dari abad pertengahan kea bad modern (abad XIV – XVII). Pada awal 1600 ditemukan mikroskop cahaya berlensa tunggal oleh Antonie Van Leeuwenhoek. Penemuan tersebut telah membantu munculnya penemuan biologi lainnya. Abad ke -18 terjadi proses vaksinasi pertama yang dilakukan Edward Jenner (terhadap anak penderita cacar). Pada abad tersebut, Louis Pasteur (Perancis) telah mengembangkan bakteriologi. Robert Koch (Jerman) menemukan metode pengembangbiakan bakteri di laboratorium yang penting untuk penelitian penyakit yang disebabkan oleh bakteri.