Kamis, 17 Mei 2012

10 Hormon Terpenting dalam Tubuh


1. Melatonin
Hormon ini diproduksi di kelenjar pineal dan berfungsi sebagai antioksidan dan mengntrol tidur. Meskipun hormon diproduksi secara alami oleh tubuh, kelebihan maupun kekurangan hormone dapat berakibat buruk bagi tubuh. Kelebihan hormon ini dapat menyebabkan lesu, gangguan hati, gangguan mata, kelelahan, disorientasi pikiran dan perilaku psikotik, kebingungan, mengantuk, gangguan berbicara, gemetar, sakit kepala dan pusing. Kekurangan hormon melatonin akan menyebabkan kesulitan tidur atau insomnia, tidur tidak nyenyak, pembesaran prostat, depresi, kelelahan, siklus haid tidak teratur, gelisah, sindrom premenstruasi (PMS), katarak, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung (aritma).


2. Serotonin
Hormon serotonin diproduksi di saluran pencernaan. Hormon ini berfungsi mengntrol mood atau suasana hati, nafsu makan dan tidur. Kelebihan hormon serotonin bisa menyebabkan kegelisahan, kebingungan, peningkatan denyut jantung, pupil melebar, kehilangan koordinasi otot, berkeringat, diare, sakit kepala, menggigil, mual, muntah, kejang, demam tinggi, detak jantung tak teratur, gerakan tidak terkendali dan hilangnya kesadaran.

3. Tiroid
Hormon ini diproduksi di kelenjar tiroid. Hormon ini berfungsi untuk peningkatan tingkat metabolismebasal dan mempengaruhi sintesis protein. Kelebihan hormon tiroid dapat menyebabkan diare, denyut jantung tidak teratur, sakit kepala, menggigil, gugup, kejang perut, demam, sakit dada atau kesulitan tidur. Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan lelah, lesu, sembelit, nyeri sendi atau otot, rambut atau kuku tipis dan rapuh, tekanan darah tinggi, detak jantung lambat, gangguan konsentrasi dan memori. Bahkan beberapa dapat menyebabkan depresi dan gangguan jiwa lainnya.

4. Adrenalin
Hormon ini diproduksi di medula adrenal. Hormone ini berfungsi untuk meningkatkan pasokan oksigen dan glukosa ke otak dan otot (dengan meningkatkan denyut jantung), meningkatkan katalisis dari glikogen dalam hati, kerusakan lipid dalam sel lemak  serta menekan sistem kekebalan. Kekurangan hormone adrenal dapat menyebabkan pening, pusing, kelelahan, penurunan berat badan. Beberapa mengalami gangguan usus, peningkatan pigmentasi kulit, depresi, nyeri otot, dan sakit pinggang akut.

5. Dopamin
Hormin ini diproduksi di ginjal dan hipotalamus. Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, menghambat pelepasan prolaktin  dan TRH dari hipofisis anterior. Kelebihan dopamine dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, detak jantung tidak teratur, sakit dada, kesulitan bernafas, perubahan jumlah urin, perubahan warna kulit, sakit di kaki dan lengan. Kekurangan hormon dopamin dapat menyebabkan tertekan, motivasi rendah, kesulitan memberikan perhatian dan konsentrasi, berpikir lambat, rendah libido dan impotensi, mudah lelah, berat badan cepat naik dan mengalami gangguan tidur.

6. Gastrin
Hormon ini diproduksi di duodenum (usus 12 jari) yang berfungsi untuk sekresi asam lambung oleh sel sel parietal. Kelebihan gastrin dapat menyebabkan gastrinama yaitu tumor jinak.

7. Hormon Pertumbuhan (HGH)
Diproduksi di pituitari anterior dan berfungsimerangsang pertumbuhan dan reproduksi sel, melepaskan factor pertumbuhan 1 yang mirip dengan insulin. Kelebihan hormon ini dapat menyebabkan tumor hipofisis yang jinak dan tumbuh secara perlahan. Juga dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan penglihatan, tekanan saraf optic, kelebihan tulang rahang, kelemahan otot, resistansi insulin. Bahkan dapat menyebabkan dibetes tipe 2. Kekurangan hormone ini pada anak-anak dapat meyebabkan kegagalan pertumbuhan dan bertubuh pendek serta terundanya kematangan seksual. Sedangkan pada orang dewasa kekurangan hormone pertumbuhan jarang terjadi, pada beberapa kasus dapat menyebabkan obesitas, penurunan massa otot dan pengurangan energi dan kualitas hidup.

8. Insulin
Hormon ini diproduksi di pankreas dan berfungsi untuk pengambilan glukosa, glikogenesis dan glikolisis di hati dan otot dari darah. Kelebihan insulin dapat menyebabkan kadar gula darah sangat rendah, detak jantung tidak teratur, berkeringat, gemetaran, mual, kelaparan berat dan kecemasan. Kadang-kadang juga menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah). Kekurangan insulin dapat menyebabkan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang dapat mengakibatkan penyakit dibetes melitus.

9. Testosteron
Hormon ini diproduksi di testis dan berfungsi sebagai hormon seks pria. Hormon ini merangsang pematangan organ-organ seks pria, skrotum, pertumbuhan jenggot, pertumbuhan massa otot dan kekuatan dan penngkatan kepadatan tulang. Kelebihan hormon ini dapat menyebabkan penyakit libido berlebihan dan mudah marah. Kekurangan testosteron dapat menyebabkan penyakitatau kerusakan pada hipotalamus (kelenjar dibawah otak) atau testis yang menghambat sekresi hormon dan produksi testosteron (hipogonadisme). Kekurangan testosteron juga dapat menyebabkan kerutan di wajah, kehilangan otot tubuh, pinggang menggendut, kelelahan yang kronis, penurunan libido, disfungsi ereksi.

10. Progesteron
Hormon ini diproduksi di ovarium, kelenjar adrenal dan plasenta (saat hamil). Hormon progesteron berfungsi menaikkan factor pertumbuhan epidermal, meningkatkan temberatur inti selama ovulasi, mengurangi kejang dan rileks otot polos (memperluas saat pernafasan  dan mengatur lendir), anti inflamasi, mengurangi kegiatan kandung empedu, normalisasi darah dan pembekuan pembuluh darah. Hormon progesteron juga membantu fungsi tiroid dan pertumbuhan tulang dengan osteoblast Relsilience di tulang, gigi, gusi, sendi, tendon, ligamen dan kulit. Penyembuhan dengan mengatur myelin serta mencegah kanker endometrium dengan mengatur efek estrogen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar